Entri Populer

Sabtu, 15 Oktober 2011

Struktur Kolom

1.1.1 Definisi Kolom

Kolom adalah merupakan elemen vertikal yang sangat banyak digunakan. Kolom tidak selalu harus berarah vertikal , meskipun suatu elemen struktur bisa berarah miring, asalkan bisa memenuhi definisi kolom, yaitu beban aksial hanya diberikan diujung-ujungnya dan tidak ada beban transversal.

Menurut SNI 03-2847-2002 tentang Tata Cara Perhitungan Struktur Beton untuk Bangunan Gedung, kolom adalah struktur dengan rasio tinggi terhadap dimensi lateral terkecil melebihi 3 yang digunakan terutama yang mendukung beban aksial tekan. Kolom adalah batang struktural vertikal yang kaku dan relatif ramping, serta dirancang untuk menopang beban tekan yang diberikan pada ujung-ujung batang. Kolom merupakan elemen struktur vertikal pada rangka bangunan yang menyalurkan beban dari atas secara aksial dan menstranfer gaya tersebut ke pondasi.

3.2.2 Klasifikasi Kolom beton bertulang

Kolom di klasifikasikan berdasarkan bentuk dan susunan tulangnya, cara pembebanan, posisi beban pada penampang dan panjang kolom dan hubungannya dengan dimensi lateral.

Jenis-jenis Kolom
Menurut Wang (1986) dan Ferguson (1986) jenis-jenis kolom ada tiga:
1. Kolom ikat (tie column)
2. Kolom spiral (spiral column)
3. Kolom komposit (composite column)
Dalam buku struktur beton bertulang (Istimawan dipohusodo, 1994) ada tiga jenis kolom beton bertulang yaitu :
1. Kolom menggunakan pengikat sengkang lateral. Kolom ini merupakan kolom brton yang ditulangi dengan batang tulangan pokok memanjang, yang pada jarak spasi tertentu diikat dengan pengikat sengkang ke arah lateral. Tulangan ini berfungsi untuk memegang tulangan pokok memanjang agar tetap kokoh pada tempatnya.
2. Kolom menggunakan pengikat spiral. Bentuknya sama dengan yang pertama hanya saja sebagai pengikat tulangan pokok memanjang adalah tulangan spiral yang dililitkan keliling membentuk heliks menerus di sepanjang kolom. Fungsi dari tulangan spiral adalah memberi kemampuan kolom untuk menyerap deformasi cukup besar sebelum runtuh, sehingga mampu mencegah terjadinya kehancuran seluruh struktur sebelum proses redistribusi momen dan tegangan terwujud.

3. Struktur kolom komposit . Merupakan komponen struktur tekan yang diperkuat pada arah memanjang dengan gelagar baja profil atau pipa, dengan atau tanpa diberi batang tulangan pokok memanjang.

A. Dimensi Kolom

Untuk menghitung dimensi kolom struktur beton, yakni :


Keterangan :

F = (b x d) penampang melintang kolom struktur (cm2)

L1 x L2 = luas lantai/ atap yang didukung oleh kolom struktur (m2)

P = beban per m² lantai yang dipikul (berat sendiri,

Dinding, plat dan beban hidup)

n = jumlah lantai/ atap yang didukung oleh kolom struktur

S = sigma beton = 2400kg/m2

B. Syarat-syarat Kolom Beton Bertulang

Syarat – syarat Kolom Beton Bertulang berdasarkan Peraturan Beton Bertulang Indonesia, SNI 03-2847-2002, yaitu :

1. Ukuran penampang kolom tak boleh kurang dari 15 cm,

2. Luas tulangan memanjang kolom tak boleh diambil kurang dari 1% penampang beton, dengan minimum satu batang tulangan di masing-masing sudut penampang,

3. Dalam segala hal, luas tulangan memanjang kolom tidak boleh diambil lebih dari 6% dari luas penampang beton. Apabila tulangan memanjang kolom disambung dengan sambungan lewatan pada stek, maka luas tulangan memanjang maksimum dibatasi sampai 4% dari luas penampang beton yang ada.

4. Tulangan kolom sedapat mungkin harus dipasang simetris terhadap masing-masing sumbu utama penampang. Pada kolom-kolom yang memikul gaya normal dengan eksentrisitas terhadap titik berat penampang kurang dari 1/10 dari ukuran kolom diarah eksentrisitas itu, tulangan-tulangan memanjang harus disebar merata sepanjang keliling teras kolom.

5. Tulangan memanjang kolom harus diikat oleh sengkang-sengkang dengan jarak maksimum sebesar ukuran terkecil penampang 15 kali diameter baja tulangan memanjang yang tersebar dengan minimum 6mm pada baja lunak dan baja sedang dan 5mm pada baja keras.

6. Apabila tulangan memanjang kolom disambung lewat tulangan pada stek, maka ujung-ujung batang tidak boleh diberi kait kecuali apabila ditempat itu tersedia cukup ruang sehingga kemungkinan terjadinya sarang-sarang kerikil dapat dianggap tidak ada.