Entri Populer

Selasa, 08 Mei 2012

PERENCANAAN DAN PERANCANGAN TAPAK

Tanggung jawab arsitek terletak pada rancangan bangunan, yaitu ruang tertutup untuk kegiatan manusia.Tetapi, bangunan tidak berada dalam keterpencilan ; mereka berada dalam konteks ruang, perilaku dan persepsi.
Perencanaan tapak ( site planning ) adlah seni menata lingkungan buatan manusia dan lingkungan alam guna menunjang kegiatan - kegiatan manusia .Pengkajian perencanaan tapak sering tersusun dalam dua komponen yang berhubungan yaitu ( Snyder dan Catanese,1984 : 181)
1. Lingkungan Alam , dibayangkan sebgai suatu sistem ekologi dari air, udara, energi,tanah, tumbuhan ( vegetasi )
Kegiatan manusia merupakan bagian penting dari sistem ekologi ini.
2.Lingkungan buatan manusia, terdiri dari bentuk - bentuk kota yang dibangun , struktur fisik dan pengaturan ruangnya serta pola - pola perilaku sosial,politik, dan ekonomi yang membentuk lingkungan fisik tersebut.
Seringkali lingkungan buatan meliputi suatu pelanggaran lingkungan alam yang disengaja. Umpamanya kota - kota meliputi sistem infrastruktur yang meluas untuk air, tenaga , pengangkutan, saluran pembuangan air hujan dan saniter, dsbnya.
Konteks tapak dapat digolongkan sebagai :
- exurban ( di luar pinggiran kota )
- suburban ( pinggiran kota )
- urban ( perkotaan )

PROSES PERENCANAAN TAPAK ( Snyder dan Catanese,1984 : 181 -182)
Dalam perancangan tapak ( site planning ) , seperti dalam bentuk - bentuk lain pemecahan persoalan arsitektur, diperlukan proses yang rasional dan kritis .Umpamanya , sekali pun klien menentukan sasaran pokok ,sasaran ini tidak dapat sepenuhnya ditetapkan sampai analisa tapaknya telah diselesaikan sepenuhnya dengan di identifikasikannya potensi potensi tapak, kendala - kendala, dan konsep - konsep rancangan.

>>Sasaran
Pemahaman klien dan peranan klien dalam proses perencanaan adlah langkah pertama. Klien menentukan tujuan - tujuan umum bagi program ; arsitek mempunyai tanggung jawab langsung kepada klien.Arsitek harus mengakui tanggung jawabnya baik kepada pelaksana maupun kepada pemakai akhir, dengan mengidentifikasi dan mengimbangi kebutuhan - kebutuhan mereka. Arsitek juga harus bekerja di dalam kerangka institusional masyarakat , termasuk hal - hal kebijaksanaan umum dan pengawasan fiskal serta legislatif yang mempengaruhi penggunaan tempat bangunan tersebut. Dalam kelompok akhir yang terlibat dalam sasaran perancangan tapak termasuk para penduduk dan /atau pemilik tanah setempat dan ada yang berdekatan; mereka memperhatikan dampak pembangunan baru atau pembangunan kembali di daerah di dekatnya. Arsitek perancang harus mempertimbangkan keberatan - keberatan kepentingan ( yang ada kalanya bersaing ) semua mereka ini.

>> Analisis Program
Pengembangan program didasarkan atas pemahaman kebutuhan semua kelompok klien sehubungan dengan kegiatan - kegiatan yang akan disesuaikan ( syarat - syarat ruang dalam dan luas) dan hubungan ruang dan waktu antara kegiatan - kegiatan dan penghubung - penghubung fisik ( jalan setapak, jalan raya, jalan kecil )yang diperlukan guna membuat hubungan ini.
Proses pemrograman tapak merupakan hakikat dari semua pemprograman arsitektur yaitu meliputi
penentuan secara sitematis pola - pola kegiatan yang dikehendaki dan tanggapan - tanggapan fisik atau fungsional terhadap pola - pola itu.

>> Analisis Tapak
Analisis tapak menghendaki perhatian yang sistematis akan
tiga konteks utama :
1.Konteks ruang dari tapak ( alam dan buatan )
2.Konteks perilaku ( Pola - pola kegiatan sosial ekonomi dari tapak dan lokalitas, dengan kebijaksanaan - kebijaksanaan pemerintah yang mempengaruhi pembangunan tapak)
3.Konteks persepsi ( persepsi dan penggunaan ruang )
Tugasnya adalah melaksanakan dan menata pengaturan ruang dengan citra visual yang bertalian , sesuai dengan kapasitas tampung tapak dan kebutuhan - kebuthan perilaku para pemakai dan loyalitas( Snyder dan Catanese,1984 : 183)

LINGKUNGAN PERILAKU DAN INFRASTRUKTUR UMUM

Perancangan tapak harus memperhatikan hal - hal di luar batas - batas tapak untuk mengkaji distribusi ruang dari kegiatan - kegiatan sosial dan ekonomi dan kaitannya dalam lokalitas.Lingkungan ruang untuk suatu tapak meliputi komunitas yang lebih besar dimana kegiatan berfungsi, maupun daerah bersebelahan yang lebih dekat
Dalam setiap hal yang menjadi perhatian adalah sifat hubungan , jenis arus ( kendaraan, pejalan kaki, barang, ) arah arus dan rute jalan masuk yang diperlukan untuk menampung arus.

>> Pola - pola Kegiatan Perkotaan
Daerah perkotaan ( urban ) ditandai oleh pemusatan penduduk sekitar satu atau beberapa titik pusat dan sepanjang jalur pengangkutan utama, dengan gradien pemusatan dari kepadatan yang tertinggi di pusat sampai yang terendah di tepi.
Pemusatan terjadi karena kebutuhan manusia untuk bergaul secara ekonomi dan sosial karena itulah kebutuhan untuk kedekatan disebabkan oleh perbedaan jarak. Kecenderungan melakukan pemusatan menghasilkan persaingan bagi tempat - tempat yang berlokasi di pusat dan mudah terapai secara tradisional dengan bagian perdagangan atau daerah bisnis pusat dalam suatu kota radial. Persaingan ini tercermin dalam nilai lahan dan dalam kepadatan pertumbuhan.

>> Pola pola kegiatan Setempat
Tiap sektor dan lokalitas atau lingkungan di dalamnya merupakan lokasi dan lingkungan yang khas .Satu teknik untuk menganalisis lingkungan kegiatan lokal maupun perkotaan suatu tapak meliputi pemetaan pembagian ruang dari kegiatan - kegiatan yang berkaitan dan sifat kaitan - kaitan jalan masuk. Sebuah diagram demikian mencatat faktor - faktor berikut :
1.Lokasi kegiatan -  kegiatan yang berhubungan di daerah lokal dan daerah perkotaan
2.Lokasi kegiatan yang tidak cocok di daerah lokal
3.Arah arus ( ke dalam , ke luar, dua arah ) diantara kegiatan - kegiatan 
4.Frekuensi interaksi ( tiap hari, tiap minggu, tiap bulan )
5. Rute jalan masuk ( pejalan kaki, bus, mobil, kereta api )
 Jenis diagram ini dapat digunakan sebagai dasar untuk menilai kecocokan berbagai lokalitas dari segi kesesuaian campuran penggunaan, kedekatan kegiatan- kegiatan yang berkaitan dan kualitas jalan masuk.( Snyder dan Catanese,1984 : 185)


>> Pengangkutan dan Sirkulasi
Utilitas setiap tempat mana saja sebagian besar merupakan fungsi dari kemudahan memasuki ; sistem - sistem sirkulasi memberikan kaitan yang menghubungkan kegiatan dalam ruang.
Arus lalu lintas , fasilitas parkir, dan arus pejalan kaki pada hakikatnya merupakan suatu pola arus masyarakat. Sistem sirkulasi kendaraan merupakan unsur utama dalam menyusun suatu rencana tapak. Pola ruang yang digunakan adalah kisi - kisi, melingkar, linear , organik.dan kombinasi semuanya ini.
     Sistem jalan adalah sistem yang paling mahal dan merupakan unsur perancangan tapak yang tampaknya mengganggu.
    Rancangan tapak dapat menentukan jalan, mengendalikan arus, dan membentuk lingkungan.. Contoh perancangan tapak yang dirancang dengan baik adalah Rencana Tapak untuk Radburn, New Jersey

: suatu pembangunan permukiman yang dirancang oleh Clarence Perry tahun 1920-an. Rencana itu menyediakan suatu lingkungan pejalan kaki yang aman dengan memisahkan sistem pejalan kaki dengan kendaraan.Sistem pejalan kaki juga terang , tampaknya mendorong, dan fungsional secar sosial, dengan menghubungkan kelompok - kelompok rumah bersama.( Snyder dan Catanese,1984 : 189)

>> Utilitas
Saluran pembuangan air hujan dan saniter , air dan energi ( gas atau listrik ) harus terdapat di tapak tersebut dan dimasukkan dalam perancangan tapak. Dalam perancangan tapak, saluran - saluran utilitas harus dipadukan dengan sistem sirkulasi lain untuk menyusun suatu rencanan tapak yang efisien.( Snyder dan Catanese,1984 : 190)

>> Pengawasan Kelembagaan
Lingkungan rancangan dibatasi oleh luasnya tata guna lahan dan kebijaksanaan - kebijaksanaan  dan pengawasan - pengawasan pemerintah yang merinci jenis pembangunan yang diizinkan  dalam suatu daerah  dan cara suatu tapak khusus dapat dibangun untuk sesuatu kegunaan.. Peraturan - peraturan ini menetapkan standar minimum untuk peningkatan perbaikan yang diperlukan yang meliputi hal - hal berikut :
1. Jalan - tata letak jalan  , tingkat jalan, pinggir jalan, selokan,kaki lima, tanda jalan dan penanaman pohon,
2.Lahan - ukuran lahan , batas bangunan, dan garis sempadan.
3,\, Utilitas - saluran limbah,air, listrik,gas,telpon.